Translate Your Language

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Selasa, 24 Juli 2012

Konfigurasi Squid Proxy Pada Debian 4



Sebelumnya saya ada sedikit pemberitahuan untuk Squid yang akan Saya gunakan disini :

  • IP Server = 192.168.6.1/24 
  • Domain     = bima.com
  • Hostname = bima


Sekarang kita mulai konfigurasi !!!

1. Install terlebih dahulu squidnya pada CD 5 dengan perintah,
# apt-get install squid

2. Setelah sudah terinstall squidnya, maka konfigurasi squidnya

# nano /etc/squid/squid.conf
hilangkan tanda pagar (#) pada script ini :
- http_port 3128 (tambahkan "transparent") jadi http_port 3128 transparent
- #default
cache mem 8 mb (tanda # kata sebelum cache yang dihilangkan)
- chache_mgr bima@bima.com (terserah mau mengisi apa)
- visible_hostname proxy.bima.com
3. Setelah sudah menghilangkan tanda pagar, kemudian tekan Ctrl + W kemudian ketik acl connect. Tambahkan script :

acl site url_regex -i "/etc/bimaproxy.txt"
http_access deny site
acl lan src 192.168.15.0/24
http_access allow lan
http_access allow all

4. Kemudian kita masukan kata atau web apa saja yang aka diblok di bimaproxy.txt tadi.

#nano /etc/bimaproxy.txt
isikan :
facebook.com
twitter.com

5. Jika sudah, kemudian save Ctrl + X. jalankan IP forwarding nya dengan cara memberikan nilai 1 pada file ip_forward yang ada pada direktory /proc/sys/net/ipv4/ip_forward.
 
  #echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward

6. Sekarang kita belokan dari port 80 ke port 3128 dengan perintah :

#iptables -t nat -A PREROUTING -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-port 3128

7. Jika sudah, sekarang kita jalankan squidnya dengan perintah :
 
  #squid -

Cara menguji Proxy dengan cara Manual :
  1. Masuk ke Mozila Firefox di Laptop, kemudian pilih Tools > Options > Advanced > Network > Settings
  2. Pilih Manual Proxy Configuration. Isikan Http Proxy : 192.168.6.1 (IP server), Port : 3128
  3. kemudian, OK
Read More »»»

Jumat, 09 September 2011

Instalisasi Slackware 12


Inilah cara-cara untuk menginstall Slackware 12 di komputer Anda, Saya akan menyampaikan secara sederhana dan garis besarnya saja dan yang lainnya saya yakin Anda sudah mengerti.
cekidot :







# sebelumnya anda harus memperhatikan kemampuan komputer Anda,



  • Untuk pentium 1 dan 2 sebaiknya menggunakan mode teks.

  • Untuk pentium 3 bisa berjalan di mode text maupun grafik.

  • Untuk pentium 4 bisa berjalan di mode apapun.




Langkah instalasi :



  1. Pastikan Anda punya cd instalasi....Kalo Anda tidak punya silakan download di ftp://slackware.linux.or.id/pub/ , atau Anda bisa Pinjam teman Anda.........

  2. Bagian yang penting adalah --> POSISI HARD DISK HARUS DI PRIMARY MASTER, supaya nanti saat menginstall tidak ada yang error, nanti saya coba jelaskan alasannya.

  3. Pastikan urutan booting PC Anda adalah CDROM terlebih dahulu , tentunya Anda harus menggantinya lewat bios

  4. Masukkan cd Slackware 1 dan boot komputer Anda, kemudian komputer akan muncul tulisan
    boot :
    Langsung aja tekan enter pada keyboard

  5. setelah tulisan tadi, muncul lagi tulisan
    keyboard map :
    Langsung enter aja.......

  6. maka akan muncul
    root@darkstar~#

  7. Ok sekarang Anda harus membuat partisi, saya ingatkan kepada Anda bahwa pada bagian ini kesulitan sudah dimulai, jangan sampai Anda membuat kesalahan. Ada 2 program yang bisa digunakan yaitu CFDISK dan FDISK. Saya akan menjelaskan menggunakan CFDISK.

  8. ini perintahnya :
    root@darkstar~#cfdisk /dev/sda ---------untuk SATA
    root@darkstar~#cfdisk /dev/hda ---------untuk ATA
    Jika Anda meletakkan Hard Disk pada posisi Primary Slave, maka " /dev/sda" atau "/dev/hda" tidak akan bisa dipartisi, malahan yang bisa dipartisi adalah "/dev/sdb" atau "/dev/hdb" dan ini akan menyebabkan LILO boot Loadernya error saat instalasi.

  9. Setelah Anda ketik perintah di atas, Anda akan masuk ke halaman cfdisk dan disodorkan beberapa menu.

  10. Silakan Anda mengatur partisinya sesuka hati, Anda bisa men-delete partisi yang sudah ada atau juga bisa membuat lagi yang baru.

  11. Saya ingatkan yang pertama buatlah partisi 2 kali memori fisik komputer Anda (RAM), misal RAM Anda 256 maka partisinya 512, karena partisi ini akan kita gunakan untuk type SWAP. setelah membuat partisi untuk SWAP, partisi yang selanjutnya terserah Anda.

  12. Silakan tombol panah di keyboard untuk memilih menu-menu yang ada

  13. Setelah semua partisi sudah siap, arahkan atau sorot partisi swap yang Anda buat, pilih menu type, tekan enter 2 kali di keyboard

  14. Pilih salah satu partisi untuk menjadi bootable, caranya sorot partisinya terus pilih menu bootable

  15. Setelah itu sorotlah satu per satu partisi dan pilih menu WRITE, lalu ketik "yes". setelah itu pilih menu "quit"

  16. setelah itu ketik
    root@darkstar ~# setup
    tekan Enter maka akan muncul menu

  17. Pilih addswap karena menu yang di atasnya sudah basi. ha ha ha

  18. Setelah masuk Addswap, sorot partisi yang Anda buat, pilih "select", terus pilih aja format, terus pilih type formatnya. Type-nya kayak di windows kok, saya jelasin yaa, kalo type "EXT" = "FAT" dan "ReiserFS" = "NTFS"

  19. Setelah hard disk diformat, ada pesan tekan ok, Anda akan memilih media instalasinya, pilih "Install from Slackware CD or DVD", terus pilih otomatis.

  20. Setelah itu Anda harus memilih paket-paket yang harus di install, jika komputer Anda berkemampuan tinggi, langsung aja pilih semuanya, tapi jika berkemampuan rendah pilih aja yang penting-penting. kalo Anda bingung ini saya sarankan pilih paket ---> A, AP, D, K, L, N

  21. Terus Anda menuju "Select Prompting Mode", di sini Anda bisa memilih menu "expert" untuk menyaring lagi mana yang penting bagi Anda, kalo sudah tinggal ok-ok terus, dan instalasinya akan berjalan..............

  22. Setelah itu Anda diminta untuk membuat BOOTDISK oleh Linux Slackware jika terjadi Linux Anda suatu hari tidak bisa boot, saran saya jika Anda masih punya cd 1 Slackware + cdrom, maka lewati saja dengan pilih menu skip lalu continue

  23. Pilih jam, Pilih jam sesuai RTC (Real Time Clock ) komputer Anda saja. Jika jam komputer Anda meleset 1 jam ya salah sendiri he he he. Pilih NO

  24. Kalo Anda memilih No pilih Time Zone ---> Asia/Jakarta

  25. Selanjutnya mouse configuration, sesuaikan dengan Mouse komputer Anda

  26. Selanjutnya Service, jika Anda bingung, gak usah mikir langsung lanjut pilih ok atau continue

  27. MODEM CONFIGURATION ----> Lewati saja

  28. SCREEN FONT ----> lewati dengan menekan No

  29. INSTALL LILO (bagian paling kritis dalam instalasi slackware), tenang aja akan saya jelaskan yang saya tahu.

  30. Untuk mudahnya pilih aja menu simple

  31. Kemudian pilih standard, terus tinggal tekan enter-enter aja deh (gak bingung kan?)

  32. Tapi jika Anda merasa cukup ahli silakan pilih menu expert untuk menampilkan menu pilihan maupun komentar dengan lebih bebas. Pilihan waktu, urutan sistem operasi yang ditampilkan.

  33. Ok selanjutnya tinggal yang gampang tinggal enter aja tapi jangan lupa sambil baca pesan yang muncul ya.....

  34. Setelah itu Anda akan diminta password untuk root

  35. Selanjutnya akan tampil menu-menu seperti saat Anda mengetik setup, pilih exit dan enter

  36. Restart Komputer dengan Ctrl + Alt + Del atau ketik reboot dan enter

  37. Selamat menikmati Linux Slackware

    Semoga Bermanfaat.
    ENJOY !
Read More »»»

Selasa, 09 Agustus 2011

Dinas Infokom Luncurkan Linux Soerya 10.08


Cukup inovatif langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk merangsang minat masyarakat khususnya generasi muda untuk dapat lebih berkreasi dan 'melek' software komputer gratis.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informasi Pemkot meluncurkan operating sistem (OS) software Soerya 10.08 yang berbasis pada perangkat open source. Dengan peluncuran perangkat tersebut  dapat menggugah masyarakat untuk tidak tergantung perangkat lunak yang dipatenkan oleh perusahaan maju dari luar negeri seperti Windows milik Bill Gates.

Open Source atau dalam bahasa indonesia berarti sumber terbuka, adalah suatu sistem pengembangan perangkat lunak yang tidak dimonopoli oleh individu maupun perusahaan tertentu, namun diciptakan oleh para pelaku teknologi yang ingin mendobrak monopoli perangkat lunak oleh suatu perusahaan. dalam sistem open source tersebut, pencipta mengikutsertakan kode pembuatan yang memungkinkan pengguna dapat mengutak - atik serta berkereasi lebih luas dari sistem awal tersebut.


Tampilan Linux OpenSource Soerya 1
Tampilan Linux OpenSource Soerya 2
Seperti diketahui, jika kita menggunakan perangkat lunak yang sudah dipatenkan seperti Windows, kita dipaksa hanya untuk menggunakan sistemnya saja, tanpa bisa mengutak - atik perangkat lunak tersebut sesuai kreatifitas. ditambah lagi kita diwajibkan mengikuti persyaratan apapun yang dikeluarkan oleh pemegang hak paten. Namun dengan sistem perangkat terbuka, pengguna dapat bebas melengkapi dan berkratifitas tanpa dihadang dengan masalah hak paten.

Patut diacungi jempol, semangat berkreasi yang tengah dicanangkan Pemerintah Kota Surabaya dalam hal dunia teknologi perangkat lunak. Bertajuk Free Open Source Software (FOSS) Pemerintah Kota mencoba mengajak masyarakat Surabaya untuk lebih memanfaatkan sistem terbuka yang memungkinkan untuk berkreatifitas lebih luas.

Tak hanya berhenti pada pemunculan software saja, Pemkot telah berupaya untuk mengenalkan serta mengajak masyarakat utuk memanfaatkan perangkat lunak yang berbasis pada open source. Langkah - langkah Pemkot dalam mengenalkan software berbasis open source tersebut dimulai dari generasi muda, yakni bekerjasama dengan sekolah - sekolah.

Namun nampaknya langkah Pemerintah Kota tersebut, dirasa kurang maksimal. Hal ini terbukti dengan belum mengenalnya masyarakat Surabaya akan software yang telah dibuat yakni Soerya 10.08. Hal ini diindikasikan kurangnya strategi Pemkot dalam mengenalkan software karya cipta lokal tersebut.

Jika mengacu pada permasalahan yang ada, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk menarik minat masyarakat dari software paten yang ada mengarah pada software yang berbasis open source. Hanya masalah kebiasaan.

Seperti yang dilontarkan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Pemkot Surabaya Chalid. Berdasar keterangan Chalid, tidak ada perbedaan yang mendasar antara software yang ada dengan software opensource yang berbasis linux, namun hanya faktor kebiasaan dan keengganan masyarakat untuk mencoba sesuatu yang baru.

"Prinsipnya tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan, hanya masalah kebiasaan saja," ujar Chalid beberapa waktu lalu saat pengenalan Soerya 10.08 kepada wartawan.

Menurut Chalid pernyataan dari beberapa masyarakat pengguna perangkat lunak, mereka lebih terbiasa menggunakan software paten yang ada seperti Windows, dan menganggap software berbasis open source (linux) lebih rumit dalam pengoperasiannya. Namun hal itu ditepis oleh Chalid. menurutnya masyarakat akan terbiasa jika mau mengenal terlebih dahulu. "Tidak rumit jika kita sudah mengenal dan terbiasa lagi pula manfaat software berbasis open source sangat besar," imbuhnya.

Bahkan Chalid menjamin, bahwa software Soerya 10.08 tersebut hampir tidak ada kekurangannya, dan menyamai software paten yang dikeluarkan perusahaan besar. Soerya 10.08 diklaim suport dengan peralatan tambahan yang ada, diantaranya printer, serta mampu menjalankan program perangkat lunak penunjang lainnya. "Kita sudah coba pada beberapa gadget, ternyata suport. dan setiap ada peralatan baru, kita akan selalu meng up date," pungkasnya.

Dengan melihat masalah yang ada, seharusnya Pemerintah Kota Surabaya dapat membuat langkah tepat dalam menarik minat masyarakat. strategi marketing yang bagus harus lebih digali lagi.

Cara jitu adalah dengan merangkul kelompok - kelompok tertentu untuk dapat menularkan software karya anak bangsa tersebut kepada masyarakat luas. Contoh konkrit adalah dengan memberikan penawaran yang menarik bagi pemilik usaha warung internet (warnet).

Misalnya pengusaha warnet akan dapat kemudahan izin, hingga penggratisan biaya izin, jika menggunakan software Soerya 10.08, atau Pemerintah Kota membuat bazar laptop dan komputer murah yang dipaketkan dengan software berbasis open source tersebut. Masih banyak strategi pemasaran yang bisa dilakukan untuk menarik minat masyarakat. Dengan begitu, perlahan tapi pasti masyarakat akan tertarik untuk mengenal dan berkreasi dengan perangkat lunak karya anak bangsa.

Read More »»»

Senin, 30 Mei 2011

Tugas Tutorial Menjalankan PhotoScape di Linux + Download PhotoScape 3.5

 1.Pertama buka linux , lalu buka software photoscape
2. kedua buka menu page
3.ketiga ambil foto yang akan di edit > download > pilih gambar

  
4. Pilih halaman yang di inginkan lalu drag foto ke dalam kotak,kemudian > pilih frame > ok.

 5. Setelah selesai klik tombol Save untuk menyimpan.




INILAH HASIL EDIT PHOTOSCAPE VIA LINUX :
Cekidot...



DOWNLOAD PhotoScape 3.5 > klik disini

Semoga Bermanfaat...
ENJOY !
Read More »»»

Selasa, 10 Mei 2011

Download Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal) Gratis

Assalamualaikum ! Kali ini bimabijak.co.cc akan bagikan ubuntu rilis terbaru 2011. Yaitu Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal). Temen-temen bisa download ubuntu 11.04 tersebut gratis via blog bimabijak.co.cc ini. Ubuntu 11.04 ini ukurannya cuma 685 MB. Tersedia untuk versi desktop, alternate dan server. Bagi para pengguna ubuntu, buruan download ! Mau ?


Berbeda dengan ubuntu 10.10, di ubuntu 11.04 ini ada banyak perubahan, yang jelas ada banyak fitur-fitur baru yang mesti kalian coba !

Bagi yang mau download, silahkan buka link download berikut ini ! Server lokal rek !!!
Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal) Desktop 32bit : Download
Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal) Desktop 64bit : Download
Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal) Alternate 32bit : Download
Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal) Alternate 64bit : Download
Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal) Server 32bit : Download
Ubuntu 11.04 (Natty Narwhal) Server 64bit : Download
Read More »»»

Senin, 02 Mei 2011

Contoh Bashscript ku (Simple) !

ok sahabat sekarang kita belajar sedikit demi sedikit mengenai bash scripting. Nah mengapa saya memilih bash daripada yang lain, hal ini di karenakan bash adalah shell yang paling banyak di gunakan oleh pemakain linux karena kemudahan serta banyaknya fasilitas perintah yang disediakan. Ok kita coba buat dulu script secara sederhana. Contoh :   

 
 
Keterangan : string yang diapit tanda kutip ganda (“”) akan ditampilkan pada layar anda, echo adalah statement (perintah) built-in bash yang berfungsi menampilkan informasi ke standard output yang defaultnya adalah layer.
 

Kita bisa membuat script tadi dalam sebuah file, hal ini bertujuan apabila kita ingin memberi perintah yang sangat banyak kita tidak perlu mengulang proses pengetikan (capek cinnn kalo ngetik terus,,,hahaha). Begini nih caranya..

Dalam mesin linux kita, kita ketik perintah debian:# nano belajar



Keterangan :
baris pertama (#!/bin/bash) ini berfungsi untuk memberitau orang lain yang membuka file yang kita buat mengenai shell apa yang kita gunakan… jadi kita wajib memberinya pada baris awal pada file yang kita buat.

Nah setelah kita selesai membuat file tersebut kita keluar, kemudian kita ketikkan perintah sebagai berikut.


Keterangan

perintah chmod +x di gunakan untuk merubah hak akses file belajar.
 
 
Setelah kita mengetikkan chmod +x maka akan menjadi


Dan fungsi dari perubahan hak akses seperti ini adalah supaya file yang isinya script-script yang kita buat tadi bisa di eksekusi oleh linux kita…

perintah ./belajar di gunakan untuk mengeksekusi file belajar.. hehehe

untuk supaya perintah yang kita inginkan tidak ada awalan (./), kita cukup mengcopy file yang sudah kita buat tadi ke direktori /usr/bin…



ok sekian dulu tutorial dari saya… semoga dapat bermanfaat bagi sahabat2 sekalian…
Amiinnn

kalo mau download tutorialnya, download di sini yaaaaa….

Semoga Bermanfaat...

ENJOY !
Read More »»»

Jumat, 29 April 2011

Bash Shell dan Bash Script

1. Pendahuluan

Apa itu shell ? shell adalah program (penterjemah perintah) yang menjembatani user dengan sistem operasi dalam hal ini kernel (inti sistem operasi), umumnya shell menyediakan prompt sebagai user interface, tempat dimana user mengetikkan perintah-perintah yang diinginkan baik berupa perintah internal shell (internal command), ataupun perintah eksekusi suatu file progam (eksternal command), selain itu shell memungkinkan user menyusun sekumpulan perintah pada sebuah atau beberapa file untuk dieksekusi sebagai program.

Macam - macam shell?

Tidak seperti sistem operasi lain yang hanya menyediakan satu atau 2 shell, sistem operasi dari keluarga unix misalnya linux sampai saat ini dilengkapi oleh banyak shell dengan kumpulan perintah yang sangat banyak, sehingga memungkinkan pemakai memilih shell mana yang paling baik untuk membantu menyelesaikan pekerjaannya, atau dapat pula berpindah-pindah dari shell yang satu ke shell yang lain dengan mudah, beberapa shell yang ada di linux antara lain:

Bourne shell(sh),
C shell(csh),
Korn shell(ksh),
Bourne again shell(bash),
dsb.

Masing - masing shell mempunyai kelebihan dan kekurangan yang mungkin lebih didasarkan pada kebutuhan pemakai yang makin hari makin meningkat, untuk dokumentasi ini shell yang digunakan adalah bash shell dari GNU, yang merupakan pengembangan dari Bourne shell dan mengambil beberapa feature (keistimewaan) dari C shell serta Korn shell, Bash shell merupakan shell yang cukup banyak digunakan pemakai linux karena kemudahan serta banyaknya fasilitas perintah yang disediakan.versi bash shell yang saya gunakan adalah 2.04

[fajar@linux$]echo $BASH_VERSION
bash 2.04.12(1)-release

Mungkin saat anda membaca dokumentasi ini versi terbaru dari bash sudah dirilis dengan penambahan feature yang lain.

2. Pemrograman Shell ?

Yaitu menyusun atau mengelompokkan beberapa perintah shell (internal atupun eksternal command) menjadi kumpulan perintah yang melakukan tugas tertentu sesuai tujuan penyusunnya. Kelebihan shell di linux dibanding sistem operasi lain adalah bahwa shell di linux memungkinkan kita untuk menyusun serangkaian perintah seperti halnya bahasa pemrograman (interpreter language), melakukan proses I/O, menyeleksi kondisi, looping, membuat fungsi, dsb. adalah proses - proses yang umumnya dilakukan oleh suatu bahasa pemrograman, jadi dengan shell di linux kita dapat membuat program seperti halnya bahasa pemrograman, untuk pemrograman shell pemakai unix atau linux menyebutnya sebagai script shell.

3. Kebutuhan Dasar

Sebelum mempelajari pemrograman Bash shell di linux sebaiknya anda telah mengetahui dan menggunakan perintah - perintah dasar shell baik itu internal command yang telah disediakan shell maupun eksternal command atau utility, seperti

cd, pwd, times, alias, umask, exit, logout, fg, bg, ls, mkdir, rmdir, mv, cp, rm, clear, ...
utilitas seperti cat, cut, paste, chmod, lpr,...
redirection (cara mengirim output ke file atau menerima input dari file), menggunakan operator redirect >, >>, <, <<, contohnya: ls > data
hasil ls dikirim ke file data, jika file belum ada akan dibuat tetapi jika sudah ada isinya akan ditimpa.

ls >> data
hampir sama, bedanya jika file sudah ada maka isinya akan ditambah di akhir file.

cat < data file data dijadikan input oleh perintah cat pipa (output suatu perintah menjadi input perintah lain), operatornya : | , contoh: ls -l | sort -s ouput perintah ls -l (long) menjadi input perintah sort -s (urutkan secara descending), mending pake ls -l -r saja :-) ls -l | sort -s | more cat databaru
Wildcard dengan karakter *, ?, [ ], contohnya:

ls i*
tampilkan semua file yang dimulai dengan i

ls i?i
tampilkan file yang dimulai dengan i, kemudian sembarang karakter tunggal, dan diakhiri dengan i

ls [ab]*
tampilkan file yang dimulai dengan salah satu karakter a atau b

4. Simple Bash Script

Langkah awal sebaiknya periksa dulu shell aktif anda, gunakan perintah ps (report process status)

[fajar@linux$]ps
PID TTY TIME CMD
219 tty1 00:00:00 bash
301 tty1 00:00:00 ps

bash adalah shell aktif di system saya, jika disystem anda berbeda misalnya csh atau ksh ubahlah dengan perintah change shell

[fajar@linux$]chsh
Password:
New shell [/bin/csh]:/bin/bash
Shell changed

atau dengan mengetikkan bash

[fajar@linux$]bash

sekarang coba anda ketikkan perintah dibawah ini pada prompt shell

echo "Script shell pertamaku di linux"

[fajar@linux$]echo "Script shell pertamaku di linux"
Script shell pertamaku di linux

string yang diapit tanda kutip ganda (double quoted) akan ditampilkan pada layar anda, echo adalah statement (perintah) built-in bash yang berfungsi menampilkan informasi ke standard output yang defaultnya adalah layar. jika diinginkan mengulangi proses tersebut, anda akan mengetikkan kembali perintah tadi, tapi dengan fasilitas history cukup menggunakan tombol panah kita sudah dapat mengulangi perintah tersebut, bagaimana jika berupa kumpulan perintah yang cukup banyak, tentunya dengan fasilitas hirtory kita akan kerepotan juga mengulangi perintah yang diinginkan apalagi jika selang beberapa waktu mungkin perintah-perintah tadi sudah tertimpa oleh perintah lain karena history mempunyai kapasitas penyimpanan yang ditentukan. untuk itulah sebaiknya perintah-perintah tsb disimpan ke sebuah file yang dapat kita panggil kapanpun diinginkan.

coba ikuti langkah - langkah berikut:

Masuk ke editor anda, apakah memakai vi,pico,emacs,dsb...
ketikkan perintah berikut

#!/bin/bash
echo "Hello, apa khabar"

simpan dengan nama file tes
ubah permission file tes menggunakan chmod

[fajar@linux$]chmod 755 tes

jalankan

[fajar@linux$]./tes

kapan saja anda mau mengeksekusinya tinggal memanggil file tes tersebut, jika diinginkan mengeset direktory kerja anda sehingga terdaftar pada search path ketikkan perintah berikut

PATH=$PATH:.

setelah itu script diatas dapat dijalankan dengan cara

[fajar@linux$]tes
Hello, apa khabar

tanda #! pada /bin/bash dalam script tes adalah perintah yang diterjemahkan ke kernel linux untuk mengeksekusi path yang disertakan dalam hal ini program bash pada direktory /bin, sebenarnya tanpa mengikutkan baris tersebut anda tetap dapat mengeksekusi script bash, dengan catatan bash adalah shell aktif. atau dengan mengetikkan bash pada prompt shell.

[fajar@linux$]bash tes

tentunya cara ini kurang efisien, menyertakan path program bash diawal script kemudian merubah permission file sehingga dapat anda execusi merupakan cara yang paling efisien.

Sekarang coba kita membuat script shell yang menampilkan informasi berikut:

Waktu system
Info tentang anda
jumlah pemakai yang sedang login di system

contoh scriptnya:

#!/bin/bash
#myinfo

#membersihkan tampilan layar
clear

#menampilkan informasi
echo -n "Waktu system :"; date
echo -n "Anda :"; whoami
echo -n "Banyak pemakai :"; who | wc -l

sebelum dijalankan jangan lupa untuk merubah permission file myinfo sehingga dapat dieksekusi oleh anda

[fajar@linux$]chmod 755 myinfo
[fajar@linux$]./myinfo
Waktu system : Sat Nov 25 22:57:15 BORT 2001
Anda : fajar
Banyak pemakai : 2

tentunya layout diatas akan disesuaikan dengan system yang anda gunakan statement echo dengan opsi -n akan membuat posisi kursor untuk tidak berpindah ke baris baru karena secara default statement echo akan mengakhiri proses pencetakan ke standar output dengan karakter baris baru (newline), anda boleh mencoba tanpa menggunakan opsi -n, dan lihat perbedaannya. opsi lain yang dapat digunakan adalah -e (enable), memungkinkan penggunaan backslash karakter atau karakter sekuen seperti pada bahasa C atau perl, misalkan :

echo -e "\abunyikan bell"

jika dijalankan akan mengeluarkan bunyi bell, informasi opsi pada statement echo dan backslash karakter selengkapnya dapat dilihat via man di prompt shell.

[fajar@linux$]man echo

5. Pemakaian Variabel

Secara sederhana variabel adalah pengenal (identifier) berupa satuan dasar penyimpanan yang isi atau nilainya sewaktu-waktu dapat berubah baik oleh eksekusi program (runtime program) ataupun proses lain yang dilakukan sistem operasi. dalam dokumentasi ini saya membagi variabel menjadi 3 kategori:

Environment Variable
Positional Parameter
User Defined Variable

5.1. Environment Variable

atau variabel lingkungan yang digunakan khusus oleh shell atau system linux kita untuk proses kerja system seperti variabel PS1, PS2, HOME, PATH, USER, SHELL,dsb...jika digunakan akan berdampak pada system, misalkan variabel PS1 yang digunakan untuk mengeset prompt shell pertama yaitu prompt tempat anda mengetikkan perintah - perintah shell (defaultnya "\s-\v\$"), PS2 untuk prompt pelengkap perintah, prompt ini akan ditampilkan jika perintah yang dimasukkan dianggap belum lengkap oleh shell (defaultnya ">"). anda dapat mengeset PS1 dan PS2 seperti berikut.

simpan dahulu isi PS1 asli system anda, sehingga nanti dapat dengan mudah dikembalikan

[fajar@linux$]PS1LAMA=$PS1

sekarang masukkan string yang diinginkan pada variabel PS1

[fajar@linux$]PS1="Hi ini Promptku!"
Hi ini Promptku!PS2="Lengkapi dong ? "

maka prompt pertama dan kedua akan berubah, untuk mengembalikan PS1 anda ke prompt semula ketikkan perintah

[fajar@linux$]PS1=$PS1LAMA

Jika anda ingin mengkonfigurasi prompt shell, bash telah menyediakan beberapa backslash karakter diantaranya adalah:
\a ASCII bell character (07)
\d date dengan format "Weekday Month Date" (misalnya "Tue May 26")
\e ASCII escape character (033)
\H hostname (namahost)
\n newline (karakter baru)
\w Direktory aktif
\t time dalam 24 jam dengan format HH:MM:SS
dll man bash:-)

contoh pemakaiannya:

[fajar@linux$]PS1="[\t][\u@\h:\w]\$"

agar prompt shell hasil konfigurasi anda dapat tetap berlaku (permanen) sisipkan pada file .bashrc atau .profile
5.2. Positional Parameter

atau parameter posisi yaitu variabel yang digunakan shell untuk menampung argumen yang diberikan terhadap shell baik berupa argumen waktu sebuah file dijalankan atau argumen yang dikirim ke subrutin. variabel yang dimaksud adalah 1,2,3,dst..lebih jelasnya lihat contoh script berikut :

#!/bin/bash
#argumen1

echo $1 adalah salah satu $2 populer di $3

Hasilnya

[fajar@linux$]./argumen1 bash shell linux
bash adalah salah satu shell populer di linux

ada 3 argumen yang disertakan pada script argumen1 yaitu bash, shell, linux, masing2 argumen akan disimpan pada variabel 1,2,3 sesuai posisinya. variabel spesial lain yang dapat digunakan diperlihatkan pada script berikut:

#!/bin/bash
#argumen2

clear
echo "Nama script anda : $0";
echo "Banyak argumen : $#";
echo "Argumennya adalah: $*";

Hasilnya:

[fajar@linux$]./argumen 1 2 3 empat
Nama script anda : ./argumen
Banyak argumen : 4
Argumennya adalah : 1 2 3 empat

5.3. User Defined Variable

atau variabel yang didefinisikan sendiri oleh pembuat script sesuai dengan kebutuhannya, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendefenisikan variabel adalah:

dimulai dengan huruf atau underscore
hindari pemakaian spesial karakter seperti *,$,#,dll...
bash bersifat case sensitive, maksudnya membedakan huruf besar dan kecil, a berbeda dengan A, nama berbeda dengan Nama,NaMa,dsb..

untuk mengeset nilai variabel gunakan operator assignment (pemberi nilai)"=", contohnya :

myos="linux" #double-quoted
nama='pinguin' #single-quoted
hasil=`ls -l`; #back-quoted
angka=12

kalau anda perhatikan ada 3 tanda kutip yang kita gunakan untuk memberikan nilai string ke suatu variabel, adapun perbedaannya adalah:

dengan kutip ganda (double-quoted), bash mengizinkan kita untuk menyisipkan variabel di dalamnya. contohnya:

#!/bin/bash

nama="pinguin"
kata="Hi $nama, apa khabarmu" #menyisipkan variabel nama
echo $kata;

Hasilnya:

Hi pinguin, apa khabarmu

dengan kutip tunggal (single-quoted), akan ditampilkan apa adanya. contohnya:

#!/bin/bash

nama="pinguin"
kata='Hi $nama, apa khabarmu' #menyisipkan variabel nama
echo $kata;

Hasilnya:

Hi $nama, apa khabarmu

dengan kutip terbalik (double-quoted), bash menerjemahkan sebagai perintah yang akan dieksekusi, contohnya:

#!/bin/bash

hapus=`clear`;
isi=`ls -l`; #hasil dari perintah ls -l disimpan di variabel isi

#hapus layar
echo $hapus

#ls -l
echo $isi;

Hasilnya: silahkan dicoba sendiri

Untuk lebih jelasnya lihat contoh berikut:

#!/bin/bash
#varuse

nama="fajar"
OS='linux'
distro="macam-macam, bisa slackware,redhat,mandrake,debian,suse,dll"
pc=1
hasil=`ls -l $0`

clear
echo -e "Hi $nama,\npake $OS\nDistribusi, $distro\nkomputernya, $pc buah"
echo "Hasil ls -l $0 adalah =$hasil"

Hasilnya:

[fajar@linux$]./varuse
Hi fajar,
pake linux Distribusi, macam-macam, bisa slackware,redhat,mandrake,debian,suse,dll
komputernya, 1 buah
Hasil ls -l ./varuse adalah -rwxr-xr-x 1 fajar users 299 Nov 21 06:24 ./varuse

untuk operasi matematika ada 3 cara yang dapat anda gunakan, dengan statement builtin let atau expr atau perintah subtitusi seperti contoh berikut:

#!/bin/bash
#mat1

a=10
b=5
#memakai let
let jumlah=$a+$b
let kurang=$a-$b
let kali=$a*$b

#memakai expr
bagi=`expr $a / $b`

#memakai perintah subtitusi $((ekspresi))
modul =$(($a%$b)) #sisa pembagian

echo "$a+$b=$jumlah"
echo "$a-$b=$kurang"
echo "$a*$b=$kali"
echo "$a/$b=$bagi"
echo "$a%$b=$mod"

Hasilnya:

[fajar@linux$]./mat1
10+5=15
10-5=5
10*5=50
10/5=2
10%5=0

fungsi expr begitu berdaya guna baik untuk operasi matematika ataupun string contohnya:

[fajar@linux$]mystr="linux"
[fajar@linux$]expr length $mystr
5

Mungkin anda bertanya - tanya, apakah bisa variabel yang akan digunakan dideklarasikan secara eksplisit dengan tipe data tertentu?, mungkin seperti C atau pascal, untuk hal ini oleh Bash disediakan statement declare dengan opsi -i hanya untuk data integer (bilangan bulat). Contohnya:

#!/bin/bash

declare -i angka
angka=100;
echo $angka;

apabila variabel yang dideklarasikan menggunakan declare -i ternyata anda beri nilai string (karakter), maka Bash akan mengubahnya ke nilai 0, tetapi jika anda tidak menggunakannya maka dianggap sebagai string.
6. Simple I/O

I/O merupakan hal yang mendasar dari kerja komputer karena kapasitas inilah yang membuat komputer begitu berdayaguna. I/O yang dimaksud adalah device yang menangani masukan dan keluaran, baik itu berupa keyboard, floppy, layar monitor,dsb. sebenarnya kita telah menggunakan proses I/O ini pada contoh -contoh diatas seperti statement echo yang menampilkan teks atau informasi ke layar, atau operasi redirect ke ke file. selain echo, bash menyediakan perintah builtin printf untuk mengalihkan keluaran ke output standard, baik ke layar ataupun ke file dengan format tertentu, mirip statement printf kepunyaan bahasa C atau perl. berikut contohnya:
6.1 Output dengan printf

#!/bin/bash
#pr1

url="pemula.linux.or.id";
angka=32;

printf "Hi, Pake printf ala C\n\t\a di bash\n";
printf "My url %s\n %d decimal = %o octal\n" $url $angka $angka;
printf "%d decimal dalam float = %.2f\n" $angka $angka

Hasilnya:

[fajar@linux$]./pr1
Hi, Pake printf ala C
di bash
My url pemula.linux.or.id
32 decimal = 40 octal
32 decimal dalam float = 32.00

untuk menggunakan format kontrol sertakan simbol %, bash akan mensubtitusikan format tsb dengan isi variabel yang berada di posisi kanan sesuai dengan urutannya jika lebih dari satu variabel, \n \t \a adalah karakter sekuen lepas newline,tab, dan bell,
Format control keterangan
%d untuk format data integer
%o octal
%f float atau decimal
%x Hexadecimal

pada script diatas %.2f akan mencetak 2 angka dibelakang koma, defaultnya 6 angka, informasi lebih lanjut dapat dilihat via man printf
6.2 Input dengan read

Setelah echo dan printf untuk proses output telah anda ketahui, sekarang kita menggunakan statement read yang cukup ampuh untuk membaca atau menerima masukan dari input standar

syntax :

read -opsi [nama_variabel...]

berikut contoh scriptnya:

#!/bin/bash
#rd1

echo -n "Nama anda :"
read nama;

echo "Hi $nama, apa khabarmu";
echo "Pesan dan kesan :";
read
echo "kata $nama, $REPLY";

Hasilnya:

[fajar@linux$]./rd1
Nama anda : pinguin
Hi pinguin, apa khabarmu
Pesan & kesan :
pake linux pasti asyk - asyk aja
kata pinguin, pake linux pasti asyk - asyk aja

jika nama_variabel tidak disertakan, maka data yang diinput akan disimpan di variabel REPLY contoh lain read menggunakan opsi
-t(TIMEOUT), -p (PROMPT), -s(SILENT), -n (NCHAR) dan -d(DELIM)

#!/bin/bash

read -p "User Name : " user
echo -e "Password 10 karakter,\njika dalam 6 second tidak dimasukkan pengisian password diakhiri"
read -s -n 10 -t 6 pass
echo "kesan anda selama pake linux, _underscore=>selesai"
read -d _ kesan

echo "User = $user"
echo "Password = $pass"
echo "Kesan selama pake linux = $kesan"

Hasilnya: silahkan dicoba sendiri :-)
Opsi Keterangan
-p memungkinkan kita membuat prompt sebagai informasi pengisian
-s membuat input yang dimasukkan tidak di echo ke layar (seperti layaknya password di linux)
-n menentukan banyak karakter yang diinput
-d menentukan karakter pembatas masukan

informasi secara lengkap lihat man bash
6.3. Output dengan konstanta ANSI
6.3.1. Pengaturan Warna

Untuk pewarnaan tampilan dilayar anda dapat menggunakan konstanta ANSI (salah satu badan nasional amerika yang mengurus standarisasi).

syntaxnya:

\033[warnam

Dimana:
m menandakan setting color

contohnya:

[fajar@linux$]echo -e "\033[31m HELLO\033[0m"
HELLO

konstanta 31m adalah warna merah dan 0m untuk mengembalikan ke warna normal (none), tentunya konstanta warna ansi ini dapat dimasukkan ke variabel PS1 untuk mengatur tampilan prompt shell anda, contohnya:

[fajar@linux$]PS1="\033[34m"
[fajar@linux$]

berikut daftar warna yang dapat anda gunakan:

foreground
None 0m
Black 0;30 Dark Gray 1;30
Red 0;31 Light Red 1;31
Green 0;32 Light Green 1;32
Brown 0;33 Yellow 1;33
Blue 0;34 Light Blue 1;34
Purple 0;35 Light Purple 1;35
Cyan 0;36 Light Cyan 1;36
Light Gray 0;37 White 1;37
background
dimulai dengan 40 untuk BLACK,41 RED,dst
lain-lain
4 underscore,5 blink, 7 inverse

tentunya untuk mendapatkan tampilan yang menarik anda dapat menggabungkannya antara foreground dan background

[fajar@linux$]echo -e "\033[31;1;33m Bash and ansi color\033[0m"

Bash and ansi color
6.3.2 Pengaturan posisi kursor

sedangkan untuk penempatan posisi kursor, dapat digunakan salah satu cara dibawah.

Menentukan posisi baris dan kolom kursor:

\033[baris;kolomH

Pindahkan kursor keatas N baris:

\033[NA

Pindahkan kursor kebawah N baris:

\033[NB

Pindahkan kursor kedepan N kolom:

\033[NC

Pindahkan kursor kebelakang N kolom:

\033[ND

Contohnya:

#!/bin/bash

SETMYCOLOR="\033[42;1;37m"
GOTOYX="\033[6;35H"
clear
echo -e "\033[3;20H INI DIBARIS 3, KOLOM 20"
echo -e "\033[44;1;33;5m\033[5;35H HELLO\033[0m";
echo -e "$SETMYCOLOR$GOTOYX ANDA LIHAT INI\033[0m"

Hasilnya: Silahkan dicoba sendiri
Menggunakan utulity tput untuk penempatan posisi kursor

kita dapat pula mengatur penempatan posisi kursor di layar dengan memanfaatkan utility tput,

syntaxnya:

tput cup baris kolom

contohnya:

#!/bin/bash

clear
tput cup 5 10
echo "HELLO"
tput cup 6 10
echo "PAKE TPUT"

jika dijalankan anda akan mendapatkan string HELLO di koordinat baris 5 kolom 10, dan string PAKE TPUT dibaris 6 kolom 10. informasi selengkapnya tentang tput gunakan man tput, atau info tput
7. Seleksi dan Perulangan

Bagian ini merupakan ciri yang paling khas dari suatu bahasa pemrograman dimana kita dapat mengeksekusi suatu pernyataan dengan kondisi terntentu dan mengulang beberapa pernyataan dengan kode script yang cukup singkat.
7.1 test dan operator

test adalah utility sh shell yang berguna untuk memeriksa informasi tentang suatu file dan berguna untuk melakukan perbandingan suatu nilai baik string ataupun numerik

syntaxnya: test ekspresi

proses kerja test yaitu dengan mengembalikan sebuah informasi status yang dapat bernilai 0 (benar) atau 1 (salah) dimana nilai status ini dapat dibaca pada variabel spesial $?.

[fajar@linux$]test 5 -gt 3
[fajar@linux$]echo $?
0

pernyataan 5 -gt (lebih besar dari) 3 yang dievaluasi test menghasilkan 0 pada variabel status $? itu artinya pernyataan tersebut benar tetapi coba anda evaluasi dengan expresi berikut

[fajar@linux$]test 3 -lt 1
[fajar@linux$]echo $?
1

status bernilai 1, berarti pernyataan salah.

anda lihat simbol -gt dan -lt, itulah yang disebut sebagai operator, secara sederhana operator adalah karakter khusus (spesial) yang melakukan operasi terhadap sejumlah operand, misalkan 2+3, "+" adalah operator sedangkan 2 dan 3 adalah operandnya, pada contoh test tadi yang bertindak sebagai oparatornya adalah -lt dan -gt, sedangkan bilangan disebelah kiri dan kanannya adalah operand. cukup banyak operator yang disediakan bash antara lain:
7.1.1. Operator untuk integer
Operator Keterangan
bil1 -eq bil2 Mengembalikan Benar jika bil1 sama dengan bil2
bil1 -ne bil2 -||- Benar jika bil1 tidak sama dengan bil2
bil1 -lt bil2 -||- Benar jika bil1 lebih kecil dari bil2
bil1 -le bil2 -||- Benar jika bil1 lebih kecil atau sama dengan bil2
bil1 -gt bil2 -||- Benar jika bil1 lebih besar dari bil2
bil1 -ge bil2 -||- Benar jika bil1 lebih besar atau sama dengan bil2
7.1.2. Operasi string
Operator Keterangan
-z STRING Mengembalikan Benar jika panjang STRING adalah zero
STRING1 == STRING2 -||- Benar jika STRING1 sama dengan STRING2
7.1.3 Operator file
Operator Keterangan
-f FILE Mengembalikan Benar jika FILE ada dan merupakan file biasa
-d FILE -||- Benar jika FILE ada dan meruapakan direktory
7.1.3 Operator logika
ekspr1 -o ekspr2 Benar jika jika salah satu ekspresi benar (or,||)
ekspr1 -a ekspr2 Benar jika ekspresi1 dan ekspresi2 benar (and,&&)
! ekspresi Mengembalikan Benar jika ekspresi tidak benar (not!)

untuk informasi lebih lengkap man bash atau info bash di prompt shell anda.
7.2. Seleksi
7.2.1 if

Statement builtin if berfungsi untuk melakukan seleksi berdasarkan suatu kondisi tertentu

syntax:

if test-command1;
then
perintah1;
elif test-command2;
then
perintah2;
else
alternatif_perintah;
fi

contoh script if1:

#!/bin/bash
#if1

clear;
if [ $# -lt 1 ];
then
echo "Usage : $0 [arg1 arg2 ...]"
exit 1;
fi

echo "Nama script anda : $0";
echo "Banyak argumen : $#";
echo "Argumennya adalah: $*";

Hasilnya:

[fajar@linux$]./if1

Usage : ./if1 [arg1 arg2 ...]

statement dalam blok if...fi akan dieksekusi apabila kondisi if terpenuhi, dalam hal ini jika script if1 dijalankan tanpa argumen. kita tinggal membaca apakah variabel $# lebih kecil (less than) dari 1, jika ya maka eksekusi perintah di dalam blok if ..fi tsb. perintah exit 1 akan mengakhiri jalannya script, angka 1 pada exit adalah status yang menandakan terdapat kesalahan, status 0 berarti sukses, anda dapat melihat isi variabel $? yang menyimpan nilai status exit, tetapi jika anda memasukkan satu atau lebih argumen maka blok if...fi tidak akan dieksekusi, statement diluar blok if..filah yang akan dieksekusi.

contoh script if2:

#!/bin/bash

kunci="bash";
read -s -p "Password anda : " pass
if [ $pass==$kunci ]; then
echo "Sukses, anda layak dapat linux"
else
echo "Wah sorry, gagal nih";
fi

Hasilnya

[fajar@linux$]./if2
Password anda : bash
Sukses, anda layak dapat linux
[fajar@linux$]./if2
Password anda : Bash
Wah sorry, gagal nih

klausa else akan dieksekusi jika if tidak terpenuhi, sebaliknya jika if terpenuhi maka else tidak akan dieksekusi

contoh script if3: penyeleksian dengan kondisi majemuk

#!/bin/bash

clear
echo "MENU HARI INI";
echo "-------------";
echo "1. Bakso ";
echo "2. Gado-Gado ";
echo "3. Exit ";
read -p "Pilihan anda [1-3] :" pil;

if [ $pil -eq 1 ];
then
echo "Banyak mangkuk =";
read jum
let bayar=jum*1500;
elif [ $angka -eq 2 ];
then
echo "Banyak porsi =";
read jum
let bayar=jum*2000;
elif [ $angka -eq 3 ];
then
exit 0
else
echo "Sorry, tidak tersedia"
exit 1
fi

echo "Harga bayar = Rp. $bayar"
echo "THX"

Hasilnya:

[fajar@linux$]./if3
MENU HARI INI
-------------
1. Bakso
2. Gado-Gado
3. Exit
Pilihan anda :2

Banyak porsi = 2

Harga bayar = Rp. 4000
THX

7.2.2. statement builtin case

seperti halnya if statement case digunakan untuk menyeleksi kondisi majemuk, dibanding if, pemakaian case terasa lebih efisien

syntax:

case WORD in [ [(] PATTERN [| PATTERN]...) COMMAND-LIST ;;]...
esac

contoh script cs1

#!/bin/bash

clear
echo -n "Masukkan nama binatang :";
read binatang;

case $binatang in
pinguin | ayam | burung ) echo "$binatang berkaki 2"
break
;;
onta | kuda | anjing ) echo "$binatang berkaki 4"
break
;;
*) echo "$binatang blom didaftarkan"
break
;;
esac

Hasilnya:

[fajar@linux$]./cs1
Masukkan nama binatang : pinguin
pinguin berkaki 2

7.3. Perulangan
7.3.1. statement for

syntax:
for NAME [in WORDS ...]; do perintah; done
contoh script for1

#!/bin/bash

for angka in 1 2 3 4 5;
do
echo "angka=$angka";
done

Hasilnya:

[fajar@linux$]./for1
angka=1
angka=2
angka=3
angka=4
angka=5

contoh script for2 berikut akan membaca argumen yang disertakan waktu script dijalankan

#!/bin/bash

for var
do
echo $var
done

Hasilnya:

[fajar@linux$]./for2 satu 2 tiga
satu
2
tiga

atau variasi seperti berikut

#!/bin/bash

for var in `cat /etc/passwd`
do
echo $var
done

Hasilnya: hasil dari perintah cat terhadap file /etc/passwd disimpan ke var dan ditampilkan menggunakan echo $var ke layar, mendingan gunakan cat /etc/passwd saja biar efisien. :-)
7.3.2. statement while

selama kondisi bernilai benar atau zero perintah dalam blok while akan diulang terus

syntax:

while KONDISI; do perintah; done;

contoh script wh1 mencetak bilangan ganjil antara 1-10

#!/bin/bash

i=1;
while [ $i -le 10 ];
do
echo "$i,";
let i=$i+2;
done

Hasilnya:

[fajar@linux$]./wh1
1,3,5,7,9,

kondisi tidak terpenuhi pada saat nilai i=11 (9+2), sehingga perintah dalam blokwhile tidak dieksekusi lagi
contoh script wh2 akan menghitung banyak bilangan genap dan ganjil yang ada.

#!/bin/bash

i=0;
bil_genap=0;
bil_ganjil=0;

echo -n "Batas loop :";
read batas

if [ -z $batas ] || [ $batas -lt 0 ]; then
echo "Ops, tidak boleh kosong atau Batas loop harus >= 0";
exit 0;
fi

while [ $i -le $batas ];
do
echo -n "$i,";
if [ `expr $i % 2` -eq 0 ]; then
let bil_genap=$bil_genap+1;
else
let bil_ganjil=$bil_ganjil+1;
fi
let i=$i+1; #counter untuk mencapai batas
done

echo
echo "banyak bilangan genap = $bil_genap";
echo "banyak bilangan ganjil = $bil_ganjil";

Hasilnya:

[fajar@linux$]./wh2
Batas loop : 10
0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,
banyak bilangan genap = 6
banyak bilangan ganjil = 5

untuk mengetahui apakah nilai i berupa bilangan genap kita cukup menggunakan operasi matematika % (mod), jika nilai i dibagi 2 menghasilkan sisa 0 berarti i adalah bilangan genap (semua bilangan genap yang dibagi dengan 2 mempunyai sisa 0) maka pencacah (bil_genap) dinaikkan 1, selain itu i bilangan ganjil yang dicatat oleh pencacah bil_ganjilproses ini dilakukan terus selama nilai i lebih kecil atau samadengan nilai batas yang dimasukkan. script juga akan memeriksa dahulu nilai batas yang dimasukkan apabila kosong atau lebih kecil dari 0 maka proses segera berakhir.tentunya dengan statement while kita sudah dapat membuat perulangan pada script kedai diatas agar dapat digunakan terus-menerus selama operator masih ingin melakukan proses perhitungan. lihat contoh berikut:

#!/bin/bash
#kedai

lagi='y'
while [ $lagi == 'y' ] || [ $lagi == 'Y' ];
do
clear
echo "MENU HARI INI";
echo "-------------";
echo "1. Bakso ";
echo "2. Gado-Gado ";
echo "3. Exit ";
read -p "Pilihan anda [1-3] :" pil;

if [ $pil -eq 1 ];
then
echo -n "Banyak mangkuk =";
read jum
let bayar=jum*1500;
elif [ $pil -eq 2 ];
then
echo -n "Banyak porsi =";
read jum
let bayar=jum*2000;
elif [ $pil -eq 3 ];
then
exit 0
else
echo "Sorry, tidak tersedia"
exit 1
fi

echo "Harga bayar = Rp. $bayar"
echo "THX"
echo
echo -n "Hitung lagi (y/t) :";
read lagi;

#untuk validasi input
while [ $lagi != 'y' ] && [ $lagi != 'Y' ] && [ $lagi != 't' ] && [ $lagi != 'T' ];
do
echo "Ops, isi lagi dengan (y/Y/t/Y)";
echo -n "Hitung lagi (y/t) :";
read lagi;
done

done

proses pemilihan menu dan perhitungan biaya akan diulang terus selama anda memasukkan y/Y dan t/T untuk berhenti. dalam script terdapat validasi input menggunakan while, sehingga hanya y/Y/t/T saja yang dapat diterima soalnya saya belum mendapatkan fungsi yang lebih efisien :-)
7.3.3. statement until

jika while akan mengulang selama kondisi benar, lain halnya dengan statement until yang akan mengulang selama kondisi salah.
berikut contoh script ut menggunakan until

#!/bin/bash

i=1;
until [ $i -gt 10 ];
do
echo $i;
let i=$i+1
done

Hasilnya:

[fajar@linux$]./ut
1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,

perhatikan kodisi until yang salah [ $i -gt 10], dimana nilai awal i=1 dan akan berhenti apabila nilai i = 11 (bernilai benar) 11 -gt 10.
7.3.4. statement select

select berguna untuk pembuatan layout berbentuk menu pilihan, anda lihat contoh script pembuatan menu diatas kita hanya melakukannya dengan echo secara satu persatu, dengan select akan terlihat lebih efisien.

syntax:

select varname in (<item list>); do perintah; done

sewaktu dijalankan bash akan menampilkan daftar menu yang diambil dari item list, serta akan menampilkan prompt yang menunggu masukan dari keyboard, masukan tersebut oleh bash disimpan di variabel builtin REPLY, apabila daftar item list tidak dituliskan maka bash akan mengambil item list dari parameter posisi sewaktu script dijalankan. lebih jelasnya lihat contoh berikut:

#!/bin/bash
#menu1

clear
select menu
do
echo "Anda memilih $REPLY yaitu $menu"
done

Hasilnya:

layout:
[fajar@linux$]./menu1 Slackware Redhat Mandrake
1) Slackware
2) Redhat
3) Mandrake
#? 1
Anda memilih 1 yaitu Slackware

karena item list tidak disertakan dalam script, maka sewaktu script dijalankan kita menyertakan item list sebagai parameter posisi, coba gunakan statement select pada program kedai diatas.

#!/bin/bash
#kedai

lagi='y'
while [ $lagi == 'y' ] || [ $lagi == 'Y' ];
do
clear
select menu in "Bakso" "Gado-Gado" "Exit";
case $REPLY in
1) echo -n "Banyak mangkuk =";
read jum
let bayar=jum*1500;
;;
2) echo -n "Banyak porsi =";
read jum
let bayar=jum*2000;
;;
3) exit 0
;;
*) echo "Sorry, tidak tersedia"
;;
esac
do

echo "Harga bayar = Rp. $bayar"
echo "THX"
echo
echo -n "Hitung lagi (y/t) :";
read lagi;

#untuk validasi input
while [ $lagi != 'y' ] && [ $lagi != 'Y' ] && [ $lagi != 't' ] && [ $lagi != 'T' ];
do
echo "Ops, isi lagi dengan (y/Y/t/Y)";
echo -n "Hitung lagi (y/t) :";
read lagi;
done
done

8. Array

adalah kumpulan variabel dengan tipe sejenis, dimana array ini merupakan feature Bash yang cukup indah :-) dan salah satu hal yang cukup penting dalam bahasa pemrograman, anda bisa membayangkan array ini sebagai tumpukan buku - buku dimeja belajar. lebih jelasnya sebaiknya lihat dulu contoh script berikut:

#!/bin/bash
#array1

buah=(Melon,Apel,Durian);
echo ${buah[*]};

Hasilnya:

[fajar@linux$]./array1.
Melon,Apel,Durian

anda lihat bahwa membuat tipe array di Bash begitu mudah, secara otomatis array buah diciptakan dan string Melon menempati index pertama dari array buah, perlu diketahui bahwa array di Bash dimulai dari index 0, jadi array buah mempunyai struktur seperti berikut:

buah[0] berisi Melon
buah[1] berisi Apel
buah[2] berisi Durian

0,1,2 adalah index array, berarti ada 3 elemen pada array buah, untuk menampilkan isi semua elemen array gunakan perintah subtitusi seperti pada contoh diatas, dengan index berisi "*" atau "@". dengan adanya index array tentunya kita dapat mengisi array perindexnya dan menampilkan isi array sesuai dengan index yang diinginkan. anda lihat contoh berikut:

#!/bin/bash
#array2

bulan[0]=31
bulan[1]=28
bulan[2]=31
bulan[3]=30
bulan[4]=31
bulan[5]=30
bulan[6]=31
bulan[7]=31
bulan[8]=30
bulan[9]=31
bulan[10]=30
bulan[11]=31
echo "Banyak hari dalam bulan November adalah ${bulan[10]} hari"

Hasilnya:

[fajar@linux$]./array2
Banyak hari dalam bulan November adalah 30 hari

sebenarnya kita dapat mendeklarasikan array secara eksplisit menggunakan statement declare

contohnya:

declare -a myarray

mendeklarasikan variabel myarray sebagai array dengan opsi -a, kemudian anda sudah dapat memberinya nilai baik untuk semua elemen atau hanya elemen tertentu saja dengan perulangan yang telah kita pelajari pengisian elemen array dapat lebih dipermudah, lihat contoh :

#!/bin/bash
#array3

#deklarasikan variabel array
declare -a angka

#clear
i=0;
while [ $i -le 4 ];
do
let isi=$i*2;
angka[$i]=$isi;
let i=$i+1;
done

#tampilkan semua elemen array
#dengan indexnya berisi "*" atau "@"
echo ${angka[*]};

#destroy array angka (memory yang dipakai dibebaskan kembali)
unset angka


Hasilnya:

[fajar@linux$]./array3
0 2 4 6 8

9. Subrutin atau Fungsi

merupakan bagian script atau program yang berisi kumpulan beberapa statement yang melaksanakan tugas tertentu. dengan subrutin kode script kita tentunya lebih sederhana dan terstruktur, karena sekali fungsi telah dibuat dan berhasil maka akan dapat digunakan kapan saja kita inginkan. beberapa hal mengenai fungsi ini adalah:

Memungkinkan kita menyusun kode script ke dalam bentuk modul-modul kecil yang lebih efisien dengan tugasnya masing-masing.
Mencegah penulisan kode yang berulang - ulang.

untuk membuat subrutin shell telah menyediakan keyword function seperti pada bahasa C, akan tetapi ini bersifat optional (artinya boleh digunakan boleh tidak).

syntax:

function nama_fungsi() { perintah; }

nama_fungsi adalah pengenal (identifier) yang aturan penamaannya sama seperti pemberian nama variabel, setelah fungsi dideklarasikan atau dibuat anda dapat memaggilnya dengan menyebutkan nama fungsinya. lebih jelasnya lihat contoh script fungsi1 berikut:

#!/bin/bash

function say_hello() {
echo "Hello, apa kbabar"
}


#panggil fungsi
say_hello;

#panggil sekali lagi
say_hello;


Hasilnya:

[fajar@linux$]./fungsi1
Hello, apa khabar

Hello, apa khabar

jika keyword function disertakan maka kita boleh tidak menggunakan tanda kurung (), tetapi jika keyword function tidak disertakan maka tanda kurung harus digunakan, lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

function say_hello{
echo "Hello,apa khabar"
}

balas(){
echo "Baik-baik saja";
echo "Bagaimana dengan anda ?";
}


#panggil fungsi say_hello
say_hello;

#panggil fungsi balas
balas;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./fungsi2
Hello, apa khabar
Baik-baik saja
Bagaimana dengan anda ?

9.1. Mengirim argumen sebagai parameter ke fungsi

tentunya suatu fungsi lebih berdaya guna apabila dapat menerima argumen yang dikirim oleh pemanggilnya dan memproses argumen tsb didalam fungsinya, fungsi yang kita buat pada bash shell tentunya dapat melakukan hal tsb, apabila pada pemanggilan fungsi kita menyertakan argumen untuk diproses fungsi tsb, maka bash akan menyimpan argumen - argumen tsb pada parameter posisi 1,2,3,dst..., nah dengan memanfaatkan parameter posisi tsb tentunya kita dapat mengambil nilai yang dikirim. lebih jelasnya anda lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

function hello{
if [ -z $1 ]; then
echo "Hello, apa khabar anda"
else
echo "Hello $1, apa khabar";
fi
}

#masukkan nama anda disini
echo -n "Nama anda :";
read nama

#panggil fungsi dan kirim isi variabel nama ke fungsi untuk dicetak
hello $nama;

Hasilnya:

[fajar@linux$]./fungsi3
Nama anda : pinguin
Hello pinguin, apa khabar

lihat fungsi hello, sebelum mencetak pesan kita melakukan pemeriksaan dengan if terhadap parameter posisi $1 apabila kosong maka pesan "Hello, apa khabar anda" yang akan ditampilkan, tetapi jika ada string yang kita input maka string tersebut akan dicetak di dalam blok else pada fungsi. argumen pertama diteruskan ke variabel 1, argumen kedua pada variabel 2, dst.. jika argumen yang dikirim lebih dari satu.
9.2. Cakupan Variabel

secara default variabel - variabel yang digunakan dalam script adalah variabel bersifat global, maksud global adalah bahwa variabel tsb dikenal dan dapat diakses oleh semua fungsi dalam script, tetapi bash menyediakan keyword local yang berfungsi membatasi cakupan (scope) suatu variabel agar dikenal hanya oleh fungsi yang mendeklarasikannya.coba lihat contoh berikut:

#!/bin/bash

proses(){
echo "Isi variabel a=$a";
}

a=2;
proses();
proses $a


Hasilnya:

Isi variabel a=2
Isi variabel a=2

coba anda tambahkan local a pada fungsi proses menjadi

proses(){
local a;
echo -e "a didalam fungsi, a=$a";
}


a=10;
proses()

echo "a diluar fungsi, a=$a"
proses $a

Hasilnya:

a didalam fungsi, a=
a diluar fungsi, a=10
a didalam fungsi a=

nah jelas perbedaannya jika mendeklarasikan variabel memakai keyword local menyebabkan variabel tersebut hanya berlaku pada fungsi yang mendekalarasikannya. pada contoh dalam fungsi proses variabel a dideklarasikan sebagai variabel local dan tidak diberi nilai.

Diakhir dokumentasi ini saya menyertakan contoh script sederhana untuk melakukan entry data-data KPLI (Kelompok Pencinta Linux Indonesia) dan menyimpannya ke sebuah file. perintah-perintah shell dan beberapa utility yang digunakan adalah:

apa yang telah anda pelajari diatas
utility test, touch
operator redirection ">>" untuk menambah data
sleep, grep (global regular expression parser), cut, cat, | (pipa), sort dan more
tput untuk menempatkan cursor pada koordinat tertentu (baris kolom)

sebagai latihan silahkan mengembangkan sendiri script dibawah ini:

#!/bin/bash
#------------------------------------------------------------------
#(C) Moh.fajar Makassar 2001, contoh script buat para linuxer
#file ini adalah public domain, silahkan mendistribusikan kembali
#atau mengubahnya asalkan anda mengikuti aturan - aturan dari GPL
#

menu(){
clear
tput cup 2 8;
echo "SIMPLE DATABASE KPLI"
tput cup 3 11;
echo "1. Entry Data"
tput cup 4 11;
echo "2. Cari Data"
tput cup 5 11;
echo "3. Cetak Data"
tput cup 6 11;
echo "4. Exit"
tput cup 7 9;
read -p "Pilihan anda [1-4] :" pil;
while [ -z $pil ] || [ $pil -lt 1 ] || [ $pil -gt 4 ];
do
tput cup 7 9
read -p "Pilihan anda [1-4] :" pil;
done

}

entry()
{

tput cup 9 27
echo "Enrty data"
tput cup 11 27
echo -n "Nama KPLI :";
read nama;

while [ -z $nama ] || grep $nama $data -q -i;
do
tput cup 13 27
echo "Ops Tidak boleh kosong atau $nama sudah ada";
sleep 3
clear
tput cup 11 27
echo -n "Nama KPLI :";
read nama;
done


tput cup 12 27
echo -n "Kota :";
read kota;
tput cup 13 27
echo -n "Alamat :";
read alamat;
tput cup 14 27
echo -n "Email :";
read email;
tput cup 16 27
echo "Rekam data ke file"
if !(echo $nama:$kota:$alamat:$email>>$data); then
echo "Ops, gagal merekam ke file"
exit 1;
fi
sleep 3;
}


cari(){
tput cup 9 27
echo "Cari data per record"
tput cup 11 27
echo -n "Nama KPLI :";
read nama;
while [ -z $nama ];
do
tput cup 13 27
echo "Ops, nama tidak boleh kosong"
sleep 3;
tput cup 11 27
echo -n "Nama KPLI :";
read nama;
done

if found=`grep $nama $data -n -i`; then
tput cup 12 27
echo -n "Kota :";
echo "$found" | cut -d: -f3
tput cup 13 27
echo -n "Alamat :";
echo "$found" | cut -d: -f4
tput cup 14 27
echo -n "Mail :";
echo "$found" | cut -d: -f5
tput cup 16 27
echo -n "Record ke- $found" | cut -d: -f1
else
tput cup 13 27
echo "Ops, data tidak ditemukan";
fi

}

cetak()
{
tput cup 12 27
echo "Tampilkan Data"
tput cup 13 27
echo -n "1->Ascendig, 2->Descending :"
read mode
clear;
if [ -z $mode ] || [ $mode -eq 1 ]; then
cat $data | sort | more -d
elif [ $mode -eq 2 ]; then
cat $data | sort -r | more -d
else
cat $data | sort | more -d
fi
}


#block utama

data="mydata"

if !(test -e $data); then
if !(touch $data); then
echo "gagal buat file database"
exit 1
fi
fi

lagi='y'
while [ $lagi == 'y' ] || [ $lagi == 'Y' ]
do
menu;
case $pil in
1) entry
;;
2) cari;
;;
3) cetak
;;
4) clear;
exit 0;
;;
*)
echo "$pil, tidak ada dalam pilihan"
;;
esac

tput cup 18 27
echo -n "Ke Menu (y/t): ";
read lagi;
done

clear

tentunya kemampuan script ini dapat kita tambahkan dengan mudah sehingga mendekati program database sesungguhnya, utility seperti tr, paste, egrep, lpr, dll.. cukup baik dan membantu untuk digunakan.
Read More »»»

Tukeran Banner Yuk !

Photobucket
Blok semua tulisan di kotak,lalu tekan Ctrl + C

Cari Rangking Blogmu Disini

Cari Web Kamu disini :
Pencarian Rangking Web Powered by Google Service Cuma Blog Sederhana

Music Center

Cari Lagu Favoritmu !
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...